Bagian Organisasi Sekretariat Daerah

Pemerintah Kabupaten Kebumen

PEMBUKAAN DISPLAY DAN SEMINAR INOVASI PELAYANAN PUBLIK OLEH MENPAN RB

Didampingi Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji serta Kepala Lembaga Administrasi Negara Adi Suryanto serta Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, selasa (27/12) membuka acara Kebumen Expo 2016 di pendopo. Pada kesempatan tersebut Menteri Asman berharap inovasi pelayanan publik yang ada di wilayah pemerintahan Kabupaten Kebumen, agar dapat terus dikembangkan untuk memberikan dampak perubahan yang lebih luas sehingga meningkatkan kepuasan masyarakat

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengatakan agar instansi pemerintah daerah terus mengembangkan inovasi pelayanan publik. Namun agar setiap inovasi memberikan dampak perubahan yang lebih luas sehingga meningkatkan kepuasan masyarakat, inovasi jangan business as usual.
Hal itu dikatakan Menteri Asman saat membuka acara Kebumen Expo 2016, bersama Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad serta Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto, di pendopo rumah dinas bupati Kebumen, Selasa (27/12).
Saat ini ada 191 gagasan inovasi pelayanan publik di Kabupaten Kebumen, sehingga LAN menjadikan Kabupaten Kebumen sebagai Laboratorium Inovasi. “Saya harapkan 191 ide inovasi pelayanan publik ini terimplementasi, sehingga masyarakat kebumen dapat merasakan perubahan dari adanya inovasi ini,” ujarnya.
Sebagai pelayan masyarakat, PNS atau ASN dituntut untuk memperbaiki pelayanan publik yang saat ini dirasakan masih jauh dari memuaskan. “Marilah kita jawab tantangan ini. Caranya, PNS bukan lagi melakukan hal – hal biasa atau business as usual, akan tetapi berfikir inovatif agar dapat memperbaiki pelayanan publik,” imbuhnya.
Asman berharap, kolaborasi LAN dan Pemerintah Kabupaten Kebumen mempunyai dampak yang signifikan untuk pelayanan publik bagi masyarakat khususnya masyarakat kabupaten Kebumen.
Sementara itu, Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad mengatakan, Kabupaten Kebumen telah berkomitmen untuk terus berupaya melakukan reformasi birokrasi diantaranya melalui perubahan budaya dan pola pikir, terutama dalam memeprbaiki pelayanan publik.

Kunjungan Menpan RB ke Kebumen

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi memuji inovasi pelayanan publik yang diterapkan oleh Pemkab Kebumen. Ada lebih dari 188 inovasi yang dihasilkan seluruh instansi di jajaran Pemkab Kebumen.
Selain itu, komitmen kuat dari pemerintah daerah dalam hal ini bupati untuk terus meningkatkan pelayanan publik yang memberikan kepuasan masyarakat. “Untuk inovasi saya beri nilai 7,5 sedangkan pelayanan publik 7,” ujar Yuddy Chrisnandi kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke Pemkab Kebumen, Kamis (23/6).
Yuddy mengapresiasi terhadap inovasi yang dilakukan Pemkab Kebumen di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Yahya Fuad. Mulai dari ambulans gratis, inovasi sistem perijinan, hingga pemanfaatan sedimen waduk untuk menjadi bernilai ekonomi dan rencananya akan menggelar pameran inovasi. “Inovasi yang dihasilkan instansi dan satuan kerja di Pemkab Kebumen ini tidak diragukan lagi,” tandasnya.
Dalam kunjungannya, Yuddy disambut oleh Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad di kantor dinas bupati. Ikut mendampingi Wakil Bupati KH Yazid Mahfudz, Sekda Adi Pandoyo, Kapolres Kebumen AKBP Alpen dan para pejabat di jajaran Pemkab Kebumen.
Yuddy mengamati sejumlah foto bupati Kebumen dari masa ke masa, melihat foto objek wisata di Kebumen termasuk Pantai Menganti. Menteri juga penasaran saat melihat batu suizeki yang dipajang di kantor dinas bupati.
Saat melanjutkan tinjauan ke sekretariat daerah (Setda), Yudi memberikan apresiasi terhadap transparasi anggaran yang diterapkan oleh Pemkab Kebumen. Anggaran Pemkab Kebumen dipajang di papan pengumuman. Dia mendorong Pemkab Kebumen untuk menerapkan finger print di seluruh satuan kerja di jajaran Pemkab Kebumen.
Selanjutnya ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kebumen, Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Kebumen, Juga ke Mapolres Kebumen, Kantor Bersama Samsat Kebumen Juga Ke Kantor Camat Gombong
“Safari Ramadan kali ini dalam rangka pengawasan disiplin PNS dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” tandas Yuddy yang selanjutnya melanjutkan kunjungan ke Purworejo.

INOVASI PELAYANAN PUBLIK TAHAP DESIGN UNTUK SKPD, BAGIAN, BADAN, INSPEKTORAT, UPTD, DAN BUMD

Pada tanggal 25-28 April 2016, Kabupaten Kebumen telah memasuki tahap Design dalam penyelenggaraan Workshop Laboratorium Inovasi. Pada workshop Design ini, tim fasilitator LAN membantu SKPD, BAGIAN, KANTOR, BADAN, INSPEKTORAT, BUMD DAN UPTD PUSKESMAS SE-KABUPATEN KEBUMEN peserta Laboratorium Inovasi Kebumen dalam menkongkritkan 177 ide inovasi yang telah muncul pada tahap sebelumnya menjadi sebuah Rencana Aksi Inovasi.Dan yang masuk ke Setda bagian Organisasi 155 inovasi untuk tahap Drum UP dan DIAGNOSE

Acara yang berlangsung selama 4 hari ini dimulai dengan sesi Singkronisasi Ide Inovasi dengan Visi-Misi Kabupaten Kebumen. Sesi singkronisasi Ide ini dihadiri oleh beberapa perwakilan SKPD sebagai Tim Teknis Daerah Laboratorium Inovasi Kebumen. Proses singkronisasi ini dipandu oleh Basseng, M,Ed selaku Kepala Pusat Inovasi Tata Pemerintahan dan Team Leader dari fasilitator LAN. Pada pertemuan sepanjang 3 jam, tersebut telah diklusterisasi Ide Inovasi sesuai dengan Visi-Misi Kabupaten Kebumen. Pada sesi yang berlangsung hari Senin siang ini juga dipaparkan secara singkat oleh Nugroho, terkait SINOLA, atau portal database online pendukung penyelenggaraan Laboratorium Inovasi.

Kemudian, pada hari kedua, dilanjutkan dengan acara inti dari Workshop Design yakni pemaparan Materi Design Rencana Aksi Inovasi oleh Basseng, M.Ed. Sebelum dimulai ibu Asisten 1 mewakili Sekertaris Daerah Kabupaten Kebumen membuka acara dengan sambutan berisikan urgensi inovasi bagi kabupaten Kebumen.Pada pemaparan awal Design, para peserta Lab Inovasi diajak oleh pemateri untuk berfikir menggunakan otak kanan dengan cara menggali hal yang tersembunyi atau yang belum ada sebelumya. Para peserta diminta membuat gambar kondisi sesudah dan sebelum inovasi yang mereka gagas. Setelah itu, peserta kemudian diajak untuk memahami bagaimana membuat Rencana Aksi Inovasi dengan menggunakan metode ASKABB, singkatan dari (1) Apa kegiatan inovasi?, (2) Siapa yang melaksanakan?, (3) Kapan/waktu pelaksanaan?, (4) Apa output/target?, (5) Bagaimana cara atau metodenya?, dan (6) Berapa Anggarannya. Pada akhir materi Design, dipaparkan kembali terkait SINOLA kepada seluruh SKPD peserta Laboratorium Inovasi disertai ujicoba pemakaian pada beberapa peserta. Setelah itu peserta diminta untuk berkoordinasi dengan instansinya masing-masing dalam pembuatan Rencana Aksi Inovasi mereka.

Pada hari ketiga dan keempat, dibuka sesi konsultasi Rencana Aksi Inovasi para peserta Laboratorium Inovasi oleh tim Fasilitator LAN. Sesi konsultasi ini membuka kesempatan bagi para peserta Laboratorium Inovasi Kebumen untuk bertanya sekaligus memperbaiki rencana aksi mereka. Pada hari ketiga terdapat sekitar 100 rencana aksi inovasi dari puluhan SKPD/ unit kerja Kabupaten Kebumen yang mengkonsultasikannya dengan lima orang fasilitator LAN. Pada hari terakhir, bertambah kembali puluhan SKPD/ unit kerja yang berkonsultasi terkait rencana aksi mereka sebanyak 80 rencana aksi inovasi. Secara keseluruhan acara workshop Design Inovasi Kebumen berjalan cukup lancar

Workshop Laboratorium Inovasi Publik

Workshop Inovasi Publik Kabupaten Kebumen telah dilaksanakan untuk Tahapan Drum-up dan Diagnose dan dibuka secara langsung oleh Bapak Bupati Kebumen dan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Kementerian Pendayagunan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Pelaksanaan Workshop ini dilaksanakan Pada Hari Senin s/d Rabu Tanggal 4 s/d 6 April 2016
dalam sambutanya sekaligus membuka acara ini Bupati Kebumen Ir. H. Mohammad Yahya Fuad,S.E menyampaikan bahwa hadirnya pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien menjadi alasan mengapa Pemerintah Kebumen bekerjasama dengan LAN untuk menyelenggarakan program laboratorium inovasi. “Setiap SKPD pengampu pelayanan publik harus bisa mengembangkan inovasi pelayanan publik, serta mempertajam setiap konsep pelayanan yang diberikan, untuk memenuhi harapan masyarakat,”
selanjutnya dalam sambutannya Kepala LAN yang diwakili oleh Kepala Pusat Inovasi Tata Pemerintahan Dr. Basseng, M.Ed.,menyampaiakan bahwa kegiatan Laboratorium Inovasi Pemerintah Kabupaten Kebumen hadir pada momentum yang strategis, yakni ketika Indonesia masuk ke dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN yang mensyaratkan hadirnya birokrasi yang melayani dan inovatif.
Peserta 250 yang terdiri dari seluruh SKPD/Dinas/Badan/Kantor, semua Kecamatan dan Kelurahan, semua Puskesmas, semua bagian di Setda Kebumen serta BUMD (PDAM, Apotik Lukulo) di Kabupaten Kebumen.
kegiatan pada hri pertama adalah pemaparan oleh narasumber dari LAN yakni oleh Kepala Pusat Inovasi Kelembagaan dan Sumber Daya Aparatur Drs. Haris Faozan, M.Si. dan Kepala Pusat Inovasi Tata Pemerintahan Dr. Basseng, M.Ed.
untuk hari selanjutnya yaitu Konsultasi/Desk mengenai Ide Inovasi dari para peserta Lab. Inovasi Publik dan baru terkumpul 177 inovasi dan terus bertambah

Sidak PNS Kebumen Setelah cuti Lebaran

Rabu (22/7), Asisten Adminstrasi Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen beserta Tim  yang dibagi menjadi empat kelompok secara serentak melaksanakan sidak di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Kebumen pada hari pertama masuk setelah cuti bersama Idul Fitri tahun 2015. Ada 30 SKPD yang menjadi sasaran sidak, antara lain dinas-dinas di Kabupaten Kebumen, Rumah Sakit Umum Daerah dan Kecamatan Alian. Hasilnya, tim sidak yang berangkat pukul 07.00 setelah melaksanakan rapat di Sekretariat Daerah menemukan ada beberapa pegawai yang belum datang pada saat sidak dilaksanakan.

Untuk pegawai yang tidak ada keterangan resmi atas ketidakhadirannya akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku, “Penjatuhan sanksi harus melalui proses susuai peraturan, yang terpenting adalah proses pembinaan dari atasan langsung, dan didokumentasikan untuk tembusan kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah”, kata Kepala Bagian Organisasi sebagai leading sector pelaksanaan sidak.

Pelaksanaan sidak bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai dalam bekerja karena PNS berkewajiban memberikan pelayanan terbaik sesuai tugasnya masing-masing. PNS yang tidak mematuhi hari dan jam kerja akan berdampak buruk pada kinerja pelayanan pemerintahan dan membuat citra yang buruk di mata masyarakat.

Pelatihan Pengelolaan Web

Perkembangan jaman yang semakin pesat dan teknologi yang terus berkembang memaksa aparatur pemerintah juga harus bisa menyesuaikan. Tuntutan masyarakat akan informasi semakin tinggi, oleh karena itu, pemerintahan yang akuntable dan transparan perlu menggunakan teknologi yang memudahkan masyarakat dalam mencari informasi dan berita.

Selengkapnya